Sabtu, 26 Mei 2012

Observasi Pasar


Aktifitas yang sedang terjadi di Pasar Bungur




Eksistensi Keberadaan Pasar Tradisonal Dalam Menunjang Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Jember

Laporan Observasi Pasar Bungur
Diajukan guna memenuhi tygas mata kuliah ekonomi pembangunan


Disusun Oleh

Usnul Qohiriyah         (090910202014)
Yayuk Suhendrawati  (090910202026)
Doddy Eka Prananda (090910202023)
Yayuk Suhendrawati  (090910202026)
Bibit Muhaimin           (090910202027)
Erwin Adi Wijaya      (090910202028)
Ria Raisya Astari       (090910202033)
Adam Algian               (090910202034)
Aji Nouval Firas         (090910202068)
Habibudzikri F           (090910202072)



PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI BISNIS
JURUSAN ILMU ADMINITRASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS JEMBER
2012
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
      Pada saat orang-orang di berbagai penjuru dunia bangun setiap pagi untuk menyonsong hari yang baru, masing-masing dari mereka melakukannya dalam kondisi yang sangat berlainan. Sebagian hidup di rumah yang indah dan nyaman dengan sekian kamar yang berukuran luas dan fasilitas rumah yang mewah, kondisi kesehatan yang prima, dan kondisi keuangan yang serba kecukupan. Sebagian lainnya, yang berjumlah lebih dari separuh penduduk dunia yang kini mencapai sekitar 6,4 miliar jiwa, nasibnya jauh kurang beruntung karena sehari-harinya harus hidup dalam kondisi serba kekurangan. Mereka tidak mempunyai rumah sendiri dan kalaupun ada ukurannya begitu kecil. Persediaan makan yang ada juga sering kali tidak memadai. Kondisi kesehatan mereka pada umumnya tidak begitu baik bahkan dapat dikatakan buruk dan sakit-sakitan, dan banyak dari mereka yang hanya menempuh pendidikan di jenjang sekolah dasar bahkan banyak dari mereka yang buta huruf, serta menjadi pengangguran.
      Pada saat ini banyak penguasa yang lebih banyak mementingkan diri sendriri sehingga pembangunan ekonomi yang diharapkan lebih baik bagi masyarakat kecil menjadi sangat buruk terlebih lagi dengan adanya peraturan atau adanya pemulihan perekonomian pasca krisis moneter sejak tahun 1998 pun mulai tampak sejak tahun 2000 yang mana dulunya masyarakat suka berbelanja di pasar tradisional beralih untuk berbelanja di pasar modern. Sehingga pasar tradisional harus meminta perlindumgan kepada pemerintah agar pasar modern tidak mengalihkan konsumen di pasar tradisional. Seharusnya tindakan seperti ini tidak terjadi karena pemerintah harus melindungi masyarakatnya dan membangun agar bagaimana masyarakat itu dapat tumbuh bersama-sama. Tetapi disisi lain perlindungan ini juga penting dilakukan mengingat sebagian besar pedagang dalam industri perdagangan tradisional ini merupakan pedagang UKM yang perlu diberdayakan karena setiap tahunnya pasar tradisional selalu mengalami penurunan hingga 8% pertahun sedangkan pasar modern meningkat hingga 34% pertahun.

1.2. Rumusan Masalah
Dari pernyataan diatas maka timbul pertanyaan :
1. Mengenai asal mula pasar tradisional bungur jember.
2. Apa peran pasar bungur bagi masyarakat jember.

1.3. Tujuan dan Manfaat
1. Mengetahui asal mula pasar Bungur.
2. Mengetahui peran pasar tradisional Bungur


BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Asal mula pasar tradisional Bungur
            Asal mula pasar tradisional bungur muncul sejak 22 tahun (1990) yang lalu dimana penciptanya adalah masyarakat bungur itu sendiri dengan dipelopori oleh bapak Rifa’i(61 tahun). Pasar ini tercipta tanpa adanya campur tangan dari pemerintah, karena berasal dari swasembada masyarakat bungur untuk membangun perekonomian masyarakat sekitar khususnya daerah bungur.
            Perangkat yang ada di dalam pasar, seperti pengawas pasar dan tukang parkir itu di pilih oleh para pedagang yang berjualan di dalam pasar bungur tersebut. Orang yang dipilih adalah orang yang benar-benar bisa di percaya serta bisa membantu aktifitas perdagangan di pasar bungur. Pasar bungur mempunyai kas, dimana kas tersebut di peroleh dari uang parkir para pembeli yang nantinya akan di gunakan untuk perbaikan pasar bungur. 
            Letak pasar bungur berada di dekat rel kereta api dengan jarak ± 1meter dimana tanah tersebut milik PT.KAI. Sebelum ada bangunan pasar tradisional, masyarakat bungur meminta ijin untuk membangun pasar tersebut pada PT. KAI Jember. Berdasarkan penuturan bapak Rifa’i yang merupakan pengelola serta petugas keamanan dari pasar bungur, mereka mendapat ijin untuk membangun pasar di lahan milik PT.KAI tanpa adanya pungutan biaya.  Akan tetapi pihak PT.KAI tidak bertanggung jawab apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, mengingat letak pasar bungur sangat dekat sekali dengan rel kereta api.
2.2. Peran pasar Bungur bagi perekonomian masyarakat jember
            Pasar tradisional bungur adalah pasar hasil swasembada masyarakat Bungur. Yang mana sangat berperan penting bagi perekonomian masyarakat sekitar khususnya para pedagang yang berjualan di pasar Bungur. Pada umumnya para pedagang di pasar Bungur itu rata-rata memiliki latar pendidikan Sekolah Dasar, tetapi hal itu tidak menghambat semangat mereka untuk tetap bertahan hidup dengan cara berdagang. Dari hasil berdagang, mereka juga dapat membantu perekenomian keluarga seperti menyekolahkan anak-anak mereka hingga perguruan tinggi. Jika perekonomian mereka lancar mereka dapat membeli kebutuhan pangan yang cukup yang kemudian di barengi dengan membeli kebutuhan tersier yang di kenakan pajak oleh pemerintah dengan kegiatan seperti ini maka peran masyarakat bungur sangat penting untuk membantu perekonomian masyarakat jember walaupun tidak banyak yang harus diberikan untuk pemerintah. Pendidikan adalah hal yang penting bagi masyarakat jember maka dari itu mereka selalu berusaha menyekolahkan anak-anak mereka walupun hanya dengan cara berdagang. Dengan aktifitas ini maka peran pedagang yang ada dipasar bungur secara tidak langsung sangat membantu membangun perekonomian masyarakat jember.
            Tiap tahunnya pemerintah selalu menyederhanakan peraturan dan prosedur usaha yang sudah pernah dilakukan beberapa waktu sebelumnya, tetapi pelaksanaannya umumnya kurang berhasil. Keputusan pemerintah akan ada, dan penyederhanaan prosedur akan dirumuskan, tetapi berbagai birokrat yang harus menafsirkan penyederhanaan tersebut akan memiliki versi dan waktu sendiri dan kerap kali tanpa suatu perasaaan yang mendesak. Barangkali tidak banyak perubahan yang dapat diharapkan jika dari sudut pandang structural mereka yang melaksanakan undang-undang tersebut masih menganggap diri sebagai penguasa daripada pelayan masyarakat. Dari pernyataan di atas sudah jelas bahwa kegiatan sekecil apapun itu sangat membantu perekonomian masyarakat jember bahkan membantu perekonomian penduduk Indonesia tetapi penguasa sepertinya tidak menghargai pengobanan yang dilakukan oleh pedagang-pedagang kecil, rupiah-demi rupiah mereka kumpulkan hanya untuk membeli kebutuhan kehidupan sehari-hari dan membayar pajak tentunya.

BAB III
KESIMPULAN
           
            Pasar tradisional mempunyai peranan penting bagi masyarakat sekitar umumnya masyarakat jember. Walaupun pasar ini adalah pasar hasil swasembada sendiri tetapi peran pemerintah sangat diperlukan untuk melindungi aktivitas perdagangan di pasar bungur karena mereka adalah masyarakat Indonesia yang juga mempunyai hak untuk hidup dan dilindungi oleh pemerintah. Keinginan pedagang yang berjualan di pasar Bungur agar pemerintah turun tangan membantu para pedagang dipasar bungur denga cara memberi tempat yang layak agar terhindar dari tempat yang saat ini di tempati, karena tempat tersebut tidak layak untuk dijadikan pasar mengingat letaknya berada dipingir rel kereta api.
            Tetapi apabila keinginan tersebut dihalang-halangi atau dipersulit maka lebih baik di kelola sendiri seperti semula. Pemerintah harus memahami kepentingan masyarakatnya dan tidak hanya mengambil keputusan secara sepihak yang hanya menguntungkan pihak luar atau pemerintah sendiri tanpa memperhatikan masyarakat kecil sebelum membuat undang-undang atau peraturan-peraturan yang akan di laksanakan. Mengingat semakin ketatnya persaingan perdagangan di era modern ini yang salah satunya semakin banyak terdapat minimarket-minimarket di setiap wilayah. Hal tersebut dapat menghambat perkembangan ekonomi pasar tradisional, karena pada saat ini konsumen lebih memilih suatu produk yang lebih praktis dan kenyamanan dalam bertransaksi.
    

LAMPIRAN DATA RESPONDEN:
1.      Nama                          : ibu Rosimah
Umur                          : 22 tahun
Tempat tinggal          : Di sekitar Pasar Bungur
Jenis Jualan               : Sembako
Lama Bejualan          : 1 tahun
Pemasok                     : Probolinggo
Pendapatan                : ­± 300.000,00
Biaya karcis               : 2000,00
Biaya listrik                : ± 25.000,00
Beli tempat                 : 1.500.000,00

2.  Nama                          : Ibu Sri
     Umur                          : 65 tahun
            Tempat Tinggal         : Sekitar Bungur
            Jenis Jualan               : Nasi, Kopi, dll
            Lama Berjualan        : 30 tahun
            Pendapatan                : 20.000,00/ hari
            Biaya Karcis              : 1000,00

3. Nama                           : Ibu Yudi
            Umur                          : 54 tahun
            Tempat Tinggal         : Kedaung
            Lama Berjualan        : 1 tahun
            Jenis Jualan               : Kue Pasar
            Pendapatan                : ± 30.000,00/ hari
            Biaya Karcis              : 1000,00

4. Nama                          : Ibu Juminah
            Umur                          : 52 tahun
            Tempat Tinggal         : Bungur
            Lama Berjualan        : 10 tahun
            Jenis Jualan               : Sembako
            Pendapatan                : Tidak disebutkan
            Biaya Karcis              : 2000,00

5. Nama                          : Bapak Rifa`i (Pengelola Pasar)
            Umur                          : 61 tahun
            Tempat Tinggal         : Bungur
            Lama Berjualan        : 22 tahun
            Jenis Jualan               : Sembako
            Pendapatan                : Tidak disebutkan
            Biaya Karcis              : 2000,00
  Foto Observasi Pasar
 Aktifitas di Pasar Bungur

 Ibu2 pedagang bisa narsis juga Loh
Berpose Dahulu Sebelum melakukan penelitian :)
Canda Ria Ibu2 Pedagang di Pasar Bungur


 Melakukan Komunikasi dengan Pengelola Pasar

Diparkiran Pasar
Melakukan Analisis setelah Penelitian Dilakukan
Mencatat hasil penelitian

Diskusi Bersama
Selesai 












Tidak ada komentar: